Dermaga Angker

Penulis: Alta K
-

Gurat-gurat rindu meretakkan jiwa di tepian geladak
Entah dengan siapa aku mengharap temu
Pada pulau bermalam abadi rembulan jarang sekali menyertai
Akulah pelaut naif yang duduk bermandikan sunyi

Sebagaimana dermaga angker aku terbiasa menikmati kehilangan
Menghadiri pemakaman-pemakaman sepi berirama elegi
Lewat suar-suar yang padam aku menanti kapal ‘tuk menambatkan kenangan
Entah dengan nakhoda bodohnya atau dengan takdir yang bersimpati

Selintas lalu aku menangkap bayang-bayangmu menembus gelombang
Sempurna terpatri dari balik geladak yang kian temaram
Kaulah purnama yang menjadikannya benderang
Kembali aku menanam asa di sudut kapal yang nyaris karam

Aku harap gemintang tak enggan bersepakat dengan kalbuku
Mengukir konstelasi paling indah agar kau tahu tempat bersauh
Kumohon sudilah sunyi menerjemahkan rasa
Membiarkan hati kita berbicara dalam satu bahasa

Aku memberanikan diri menyalakan mercusuar
Buru-buru mengadakan pemakaman terakhir dari luka tanpa duka
Pada perlabuhanmu aku mengharapkan selamanya
Semoga kau tak terlanjur hilang selagi aku merapikan dermaga

Dengarlah angin berbisik manakala sepi mengusik
Simaklah rintik hujan berlagu ketika dingin membelenggu
Aku menitipkan sepucuk surat kepada semesta
Pesan dari hati yang berkarat dimakan gelombang

Pontianak, 17 Februari 2021

Posting Komentar

0 Komentar