Ulang Tahun Kenangan dan Pesta Pemakaman

Selama ribuan menit usai kamu undur diri, saya menjalani waktu yang bergerak lamban. Sedemikian rupa, tanpa keseimbangan seakan bumi meninggalkan poros. Gravitasi seperti lenyap, saya tidak bisa lagi mengorbit dirimu (kalimat ini menggelikan). Barangkali sudah lupa, perkenalkan ini saya; perjalanan pendek yang pernah kamu tempuh. Seorang pemuja yang mungkin setelah ini akan melupakan bahwa: “Kerjap matamu memperlihatkan kepada saya betapa keindahan bersifat nyata, dan betapa kalimat dari pembicaraanmu mampu membuat saya meyakinkan diri bahwa kamu bukanlah pilihan yang salah. Acap kali saya mendapat keraguan, bahwa masa depan kita mungkin tidak akan mudah untuk diusahakan. Namun, entah mengapa, saya selalu menilai keberadaanmu sebagai bentuk terpenting sebuah dukungan. Bersamamu, segala keruwetan, kebimbangan dan kesulitan yang saya rasakan dapat disederhanakan menjadi kebulatan tekad bahwa kamu adalah sebaik-baiknya tujuan. Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya merasakan ada yang ben...