Review Drama Korea: Mendamba Baek Yi Jin, Pria Sejuta Love Language

Marcellina Nur Fadilah
 
 

Gelombang pencinta drama korea sudah tidak bisa terbendung lagi. Setiap ada Drama Korea baru dan cukup memiliki rating tinggi, sudah bisa dipastikan akan memenuhi segala beranda sosial media yang ada. Belum lagi, jika ending dari Drama Korea tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh penonton. Jangan kaget, jika semua beranda sosial media akan membahas berbagai reaksi penonton dari ending tersebut selama berhari-hari.

Hal, ini tak bedanya dengan salah satu Drama Korea yang baru saja berakhir di awal April ini. Apalagi jika bukan drama Twenty Five Twenty One. Drama tersebut memiliki akhir yang membuat penonton “gamon” atau gagal move on. Meskipun penonton tahu, bahwa kisah ini dimulai dari anaknya Na Hee Do yaitu Kim Min Chae, yang menemukan buku diary ibunya yang menceritakan kisah hidup Na Hee Do selama rentang 18-21 tahun. Namun, kehadiran sosok Baek Yi Jin sebagai main lead di sana, sangat diharapkan untuk berakhir dengan Na Hee Do, meskipun semua penonton juga tahu bahwa anak Na Hee Do memiliki marga Kim dan bukan Baek, yang mana ini berarti ayah dari Kim Min Chae bermarga Kim. Tetapi sosok Baek Yi Jin sudah kadung mengambil hati semua penonton Twenty Five Twenty One, bahkan banyak yang mengharapkan mendapatkan sosok seperti Baek Yi Jin sebagai pendamping hidupnya.

Sebenarnya, Apa sih keistimewaan Baek Yi Jin sampai-sampai membuat penonton jatuh hati dan tentunya mengidamkan sosok Baek Yi Jin di kehidupan nyata?

Selain postur tubuh yang tinggi dan penampilannya yang sangat visual. Baek Yi Jin adalah sosok yang pantang menyerah dan bertanggung jawab. Selain itu, alasan utama lainnya para wanita sangat mengidamkan sosok Baek Yi Jin sebagai pendamping hidupnya, tak lain dan tak bukan adalah Love Language yang dimiliki olehnya.

Teori Love Language ini pertama kali dipopulerkan oleh Dr. Gary Chapman pada tahun 1922, lewat bukunya yang berjudul “The Five Love Language: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate”. Love Language sendiri dibagi menjadi lima, yaitu Word of Affirmation, Quality Time, Receiving Gift, Act of Service, Psychical Touch. Teori love language ini menjadi cukup terkenal di antara kaum milenial, diiringi juga oleh banyaknya orang yang membahasnya dan menjadikannya sebuah konten di sosial media.

Lantas, Apa sih pentingnya kita mengetahui teori ini? Dr. Tina B. Tessina, psikoterapis sekaligus penulis “Dr. Romance’s Guide to Finding Love Today” menilai, bahwa manfaat dari penggunaan bahasa cinta ini, tak lain dan tak bukan adalah untuk mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang, serta untuk  memahami bagaimana pasangan, teman, atau keluarga kita mengekspresikan kasih sayangnya yang mungkin saja berbeda dengan kita. Sehingga nantinya bisa membantu kita untuk mengekspresikan perasaan cinta dan kasih sayang yang kita miliki sesuai dengan yang mereka suka. Hal tersebut, menurut Chapman bisa membuat komunikasi antar pasangan menjadi lebih kuat.

Kembali lagi ke Baek Yi Jin. Memangnya apa sih love language Baek Yi Jin sampai para wanita mengidamkannya di kehidupan nyata? Jawabannya sudah jelas, karena Baek Yi Jin dianggap sebagai sosok yang memiliki kelima love language tersebut secara lengkap. Ayo kita bedah satu persatu, dari cara Baek Yi Jin memperlakukan Na Hee Do dan beberapa orang dalam hidupnya.

1.    Word of Affirmation
Orang-orang dengan tipe ini, jauh lebih senang dan tenang jika orang yang disayanginya mengutarakannya secara jelas lewat bahasa, baik itu lisan maupun tulisan. Umumnya, ini dimiliki oleh wanita yang mana bisa kita lihat dengan kebutuhan mereka akan kalimat-kalimat seperti “Aku mencintaimu” atau “Aku sayang kamu” Kalimat seperti ini menjadi suatu bentuk cara mereka disayangi dan menyayangi. Pada Baek Yi Jin, para Twenty Five Twenty One lovers sudah tak asing dengan pernyataan cinta yang diucapkan Yi Jin sejak awal ke Hee Do, maupun ucapan-ucapan sayang dan rindu di sela kesibukannya.

2.    Quality Time
Sedangkan tipe ini, cukup dengan menyempatkan waktu berkualitas untuk bisa saling bercengkerama di sela-sela kesibukan sebagai orang dewasa. Entah apa yang akan dilakukan nanti tidak akan begitu penting. Buat mereka hanya sekedar berbincang pun sudah cukup, asalkan itu dilakukan bersama orang yang mereka sayangi dan menyayangi mereka. Untuk Baek Yi Jin tidak bisa kita pungkiri meskipun di sela kesibukannya sebagai reporter, ia masih menyempatkan diri untuk menemui dan menghabiskan waktu bersama Hee Do.

3.    Receiving Gift
Orang dengan jenis love language Receiving Gift. Lebih senang jika perasaan sayang yang mereka tunjukkan adalah dengan aksi nyata berupa hadiah ataupun kejutan-kejutan di dalam suatu hubungan. Baek Yi Jin, juga dianggap termasuk dalam jenis kategori ini. Kita bisa melihat ini ketika Hee Do menang anggar, Yi Jin memberikan pedang anggar. Ataupun hadiah yang disiapkan ketika mereka akan pergi berlibur bersama, dari mulai kue, sampai kartu ucapan sudah disiapkan oleh Yi Jin sebagai hadiah untuk Na Hee Do.

4.    Act of Service
Jenis love language ini memerlukan bukti dari pada hanya sekadar kata-kata belaka. Cinta dan kasih sayang adalah kata kerja yang terbukti lewat berbagai perhatian kecil atau pertolongan-pertolongan yang diberikannya untuk orang-orang yang mereka sayangi. Bahkan jika pertolongan atau bantuan itu belum diminta, mereka tak jarang untuk memberikannya lebih dahulu. Tak diragukan lagi bahwa Baek Yi Jin adalah orang yang sangat peka dengan sekitarnya dan kerap memberikan perhatian kecil pada orang-orang yang disayanginya. Kita bisa melihat bukti langsungnya pada perlakuan Yi Jin kepada Na Hee Do, dari mulai mendapatkan gendongan bayi untuk wasit anggar, hanya agar wasit anggar mau diwawancarai. Atau ketika lebih memilih menjemput Hee Do di stasiun dibandingkan dengan seniornya, ketika Hee Do harus segera tanding anggar. Serta masih banyak lagi, Yi Jin adalah pria yang selalu berupaya bertanggung jawab, dan menunjukkan kasih sayangnya lewat banyak tindakan nyata.

5.    Physical Touch
Mereka yang memiliki jenis ini, jauh lebih merasa disayang saat mendapatkan sentuhan hangat dari pasangannya. Tak selalu sentuhan tersebut yang mengarah seksualitas tentunya, justru sentuhan di sini adalah sentuhan hangat yang diberikan secara tulus dan langsung mengenai fisik mereka. Seperti sentuhan di pucuk kepala, pelukan hangat, genggaman tangan. Sedangkan dalam drama Twenty Five Twenty One ini, kita akan banyak sekali disuguhi pelukan-pelukan hangat dari Baek Yi Jin saat bertemu dengan Na Hee Do, maupun sentuhan fisik seperti genggaman tangan yang tulus dari Yi Jin. Bahkan, dengan keluarganya pun Baek Yi Jin adalah sosok yang hangat dan senang memeluk dan membalas pelukan dari ibunya.

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Terimakasih infonya, saya jadi mendapatkan insight mengenai Love Language

    BalasHapus
  2. Kalo aku sih yg paling mendominasi dari kelima love language ituu, WoA, Quality Time, Physical Touch!

    BalasHapus