Resensi Buku | Blink: Kemampuan Berpikir tanpa Berpikir

Bumba



Sekilas mengenai biografi penulis dari buku yang berjudul “Blink: The Power of Thinking Without Thinking”. Buku ini merupakan salah satu dari lima karya best seller yang ditulis oleh Malcolm Gladwell, ia lahir pada 3 September 1963, di London, Inggris. Malcolm Gladwell merupakan seorang jurnalis dan penulis yang terkenal karena perspektifnya yang unik tentang budaya populer.

Keluarga Gladwell pindah pada tahun 1969 dari Inggris ke Elmira, Ontario, tempat ayahnya mengajar di Universitas Waterloo terdekat dan ibunya mempelajari psikologi. Ibunya adalah orang Jamaika dan ayahnya adalah orang Inggris kulit putih. Dia kemudian mengutip perspektif tunggal yang diberikan oleh warisannya sebagai faktor motivasi dalam apa yang dia sebut sebagai petualangan intelektualnya.

Sebelum buku yang berjudul Blink ini populer dan banyak diminati oleh pembaca dari semua kalangan, karya sebelum-sebelumnya juga menuai banyak pujian karena mengangkat pembahasan yang sangat menarik dan juga metode-metode yang dia tawarkan dalam setiap karyanya sangatlah bermanfaat. Penulis akan lebih spesifik untuk mencoba menjabarkan apa saja yang dapat dipetik dari buku ini, baik itu berupa manfaat ataupun hal-hal yang harus dihindari.

Pada awal-awal bagian pertama, Malcolm Gladwell memberikan satu kisah yang menarik tentang bagaimana kita dapat mengidentifikasi keaslian suatu benda atau objek hanya dalam beberapa detik saja. Kisah yang diangkat yaitu tentang sebuah patung replika yang dibuat semirip mungkin dengan patung aslinya, lalu seseorang mencoba untuk menilai keaslian tersebut hanya dengan beberapa detik saja. Subjek penilai ini datang dari seorang nenek/kakek tua, nenek/kakek tua tersebut dapat mengetahui keaslian patung hanya dengan beberapa detik saja. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Gladwell dalam bukunya tersebut terjadi karena adanya pengetahuan empiris seseorang tersebut, baik itu dia memiliki pengalaman akan pengetahuan soal pembuatan patung ataupun dia memiliki pengetahuan dari seorang pakar yang pernah mengajarinya mengenai cara mengidentifikasi keaslian suatu benda, termasuk patung. Dari sini kita dapat belajar bahwa untuk dapat interpretasi terhadap sesuatu, kita memerlukan pengetahuan tentang sesuatu tersebut, kita dapat meminimalisir waktu untuk mengetahui keabsahan suatu objek, apakah objek tersebut memiliki nilai riil atas esensi keasliannya ataupun objek yang kehilangan genuine-nya.

Bagian-bagian selanjutnya adalah sebuah latihan pengaplikasian dengan kisah-kisah yang dia tawarkan dalam setiap chapter-nya. Banyak survey-survey yang dapat memanjakan pikiran kita dengan cerita yang dikemas serapi mungkin tanpa menghilangkan tujuan dari setiap bagiannya. Salah satu survey kecil yang dia tulis yaitu berkaitan dengan cara kita untuk mengetahui sifat seseorang hanya dalam beberapa menit saja. Survey yang dijelaskan dalam buku tersebut yaitu setiap orang diperintahkan untuk memasuki ruangan kamar seseorang yang kita ingin tahu kepribadian serta kebiasaan hingga sifat emosional yang dimiliki seseorang tersebut. Orang yang mencoba untuk mengamati apa saja yang ada dalam kamar tersebut, seperti terhadap handuk di atas ranjang, ruangan yang bau, hingga tata letak barang-barang dalam kamar tersebut dapat dengan mudah mendapat penilaian bahwa penghuni kamar tersebut merupakan seseorang yang memiliki sifat pemalas, jorok, dan cenderung merasa bodo amat dengan keadaan sekitar, beda halnya dengan seseorang yang memiliki kamar dengan tata letak barang-barangnya terbilang cukup rapi, ruangannya harum, pakaian tertata dengan baik, terdapat lilin aroma terapi, kasur yang wangi, maka orang lain akan lebih mudah memberikan penilaian bahwa seseorang tersebut memiliki kepribadian cukup baik. Begitulah yang dijelaskan oleh Gladwell, saya pikir contoh-contoh kecil tersebut sangat menarik karena kita mungkin tidak menyadari bahwa kebiasaan kita sehari-hari merupakan sebuah cerminan kepribadian kita masing-masing. Oleh sebab itu dalam setiap karyanya, Gladwell selalu berhasil memberikan feedback yang baik dari para pembacanya. Pertama kalinya saya memulai untuk membaca buku ini, saya tidak ingin berhenti membaca setiap halamannya hingga mata saya benar-benar merasa lelah dan memberikan sebuah kode untuk istirahat. Buku ini terlalu banyak manfaat yang akan sangat disayangkan jika saya melewatkan untuk membacanya. Buku ini sangat cocok dibaca oleh orang-orang yang membutuhkan sebuah metode untuk dapat berpikir dan menganalisis sesuatu dengan cepat dengan mengandalkan kemampuan dan pengetahuan psikologis seseorang. Untuk mengaktifkan hal tersebut, alangkah lebih baiknya kalian langsung saja membaca bukunya, sebab kalian akan langsung disuguhkan dengan berbagai macam metode dan juga kisah-kisah unik yang dapat kita rasakan dan juga aplikasikan ke dalam bentuk keseharian kita. Saya tidak akan menjabarkan seluruh isi dari buku ini, cukup dua bagian saja, secara keseluruhan, buku ini sangat saya rekomendasikan karena setiap pelatihan yang ditawarkan dalam buku ini benar-benar mengasah otak kita untuk dapat melakukan dan mempraktikannya secara langsung. Selamat membaca, selamat mengasah kemampuan berpikir Anda. Buku dengan bahasa yang sangat ringan untuk dibaca sangat cocok untuk Anda yang tertarik untuk mengembangkan potensi diri Anda!


Posting Komentar

0 Komentar