Kano di Venesia, Desember

Bumba
 
 
- 
Hati yang beriak pada Desembermu,
atas candu yang mengurung hujan dari segenap penjuru.
Aku tak lagi merasakan hidup
bahkan ketika senyum yang kau simpulkan untukku
aku terkutuk.

Tepat waktu sekali,
ketika kau mencoba memukulku dengan cerita
Desemberku mengakar pada udara yang membiru.
Desembermu indah, tentu saja.

Kau semestinya ingat,
hari ini adalah luka yang kautanam
dan Desemberku biar kelabu
dengan luka yang kian berdebu di atas duka yang tabu.

Biarkan sampan berlayar dengan susah payah,
membawa tubuh yang hilang arwah,
riak gelombang melumati jari-jemari,
mengikis habis,
mengantarkan jiwa pada perjamuan sang dewa.

Luka pada Desemberku,
menjadi belantara yang mengoyak hati sedemikian kejamnya.


Posting Komentar

0 Komentar