Suara yang Saya Dengar saat Kau Pergi | Puisi

 Bumba



 Saya mendengar nada-nada ini seharian.
Musik yang muncul bersamaan dengan kisah yang menghujam bola mata.
Bait pada malam-malam yang amat gusar,
Saya hendak menelan sepasang bola mata untuk dapat menikmati kegetiran tragis ini.
Tak ada rasa gentar, sekalipun duka itu datang,
hati saya tetap lebih perih dari goresan-goresan luka yang kaulihat.
Sebilah pisau kini telah menusuk rongga dada,
Biar tubuh ini menjadi keramat,
Layaknya benda pusaka,
Tubuh ini sengsara ditinggal penghuninya.

Saya mendengar nada-nada ini seharian.
Dengan melodi yang cukup bising,
Saya nikmati kesedihan yang mengalun di udara.
Agar sesekali kau menghirup perasaan luka yang kian membusuk,
Setidaknya, kau dapat mengenali bangkai yang pernah kauhidupi,
dan saya tetap mati terkubur bersama rasa yang ikut melebur.

 

Posting Komentar

0 Komentar