Sepetak Tanah dan Harapan Embun

Ali Aulia Ghozali


Sepetak Tanah

Berkawan mega
Angin bawakan asa
Pelipur lara
Rerumputan menarilah!
Kenanglah daku!
 
Sepetak tanah
Tempat roda mengadu
Cerita insan
Secangkir nostalgia
Untaian kata
 
Rindunya hati
Pulang ke pinggir kota
Memadu kasih
Bayangan langit senja
Rima merapuh
 
Jangan kau sentuh!
Noda-noda kilaumu
Sejarah diri
Lukisan roman muka
Yang mulai senja
 
Apa yang tiba
Semestinya menyapa
Suka dan duka
Senda gurau menari
Di atas tanah
 
Diam bersila
Petak tanah bersaksi
Prasasti diri
Menembusi dimensi
Ruang dan waktu
 
Diri bersimpuh
Di bawah duli sunyi
Lagu terhenti
Bersama akhir syair

 

Harapan Embun

Hai Awan,
Sudikah kiranya membelai
Air mata yang berinai
Menitikkan lara rimba?
 
Rengkuh tubuhku mengangkasa,
Membumbung dalam zikir mega
Berlabuh di kaki langit
Bersenandika di pucuk-pucuk bukit
 
Oh, Awan,
Sudilah adinda mengangkat nyawaku
Berehat dari riuhnya duka
Berkecamuk dalam sukma kakanda
Perih ini sirna oleh belaian lembutmu
Jantung ini mendengar degup jantungmu
 
Duhai, Awan.
Pelabuhan terakhir.
Namun, tarian adinda berselendang angin
Tanganku tak mampu merengkuhmu
Harapanku menikmati tarianmu
 
Oh, Angin.
Titipkan salamku pada adinda.
Peluk erat diriku.
Namun, kaujatuhkan
dalam tetes derai rinai
Lalu, aku kembali penuh harap
Kala mentari mengerling
Kala angin bergeming


Posting Komentar

0 Komentar